May 24, 2014

Enam Menit yang Menyesakkan (Lagi)


Final Liga Champions musim ini merupakan sebuah keajaiban bagi Atletico Madrid. Namun, tampaknya Liga Champions masih merupakan panggung yang terlalu besar bagi Atletico. Datang ke final dengan rekor belum pernah terkalahkan belum cukup untuk menahbiskan mereka sebagai juara. Adalah Real Madrid, klub tetangga sekaligus musuh bebuyutan merekalah yang memupus mimpi indah mengawinkan gelar La Liga dengan Liga Champions.


Kemenangan yang sedianya akan dipersembahkan untuk Luis Aragones, ternyata justru mengulang final Piala Champions tiga dekade silam. Uniknya Aragones termasuk salah satu sosok yang terlibat di dalam final tersebut. Ketika itu Atletico Madrid berhadapan dengan Bayern Muenchen. Pertandingan berlangsung cukup alot dan tidak cukup ditentukan hanya dengan 90 menit waktu normal. Perpanjangan waktu 2 x 15 menit pun dilaksanakan.

Enam menit menjelang pertandingan usai, Atletico mendapatkan kesempatan tendangan bebas. Luis Aragones tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan, dan sukses mengkonversi kesempatan tersebut menjadi gol ke gawang Sepp Maier. Kemenangan yang sudah di depan mata ternyata pupus hanya beberapa saat sebelum peluit panjang ditiup. Bayern bisa menyamakan kedudukan melalui Georg Schwarzenbeck.

Lantaran pada saat itu belum dikenal adu penalti, penentuan pemenang laga dilakukan melalui laga ulang. Apesnya Atletico, pada laga ulangan ini mereka kebobolan empat gol tanpa balas. Gerd Muller dan Uli Hoeness masing-masing mencetak nama mereka dua kali di papan skor, serta mengakhiri petualangan Atletico Madrid di Piala Champions.

Tiga puluh tahun kemudian, kejadian yang hampir sama terulang. Skor 1-0 bertahan sejak babak pertama, setelah Diego Godin berhasil menyarangkan bola ke gawang Casillas melalui sundulan khasnya. Pertandingan memasuki babak injury time, sekitar enam menit saja waktu tambahan yang diberikan wasit Bjorn Kuipers. Apa daya, pupus juga kemenangan yang telah di depan mata ketika Sergio Ramos berhasil menyamakan skor melalui sundulan juga.

Perpanjangan waktu diberikan wasit, setelah selama 90+ menit waktu normal tidak terjadi penambahan skor. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Sebuah penetrasi yang dilakukan Angel di Maria berhasil masuk ke kotak penalti dan sempat melepaskan tendangan yang berhasil ditepis oleh Courtois, kiper Atletico. Sayang sekali bola yang ditepis tersebut bergerak liar dan berubah arah, tepat berada dalam jangkauan Gareth Bale. Pemain termahal dunia ini pun menyundul bola liar tersebut, dan gol! 2-1 untuk Real Madrid.

Mental pemain Atletico yang sudah mulai runtuh bertambah larut dalam penderitaan ketika Marcelo yang baru masuk sukses melakukan dribel ke dalam kotak penalti dan berhasil menyarangkan bola melalui tendangan kerasnya. 3-1 untuk Madrid. Cristiano Ronaldo melengkapi penderitaan Atletico setelah berhasil menyarangkan bola melalui titik putih setelah dilanggar oleh Diego Godin di kotak terlarang. Gol ini sekaligus menjadi gol Ronaldo ke-17 di Liga Champions 2013-2014.

Bagaimanapun pertandingan hari ini menjadi pelajaran bagi semua. Kemenangan atau kekalahan dalam pertandingan maupun kehidupan kadang-kadang ditentukan melalui detik-detik yang sangat singkat. Penting untuk menjaga konsentrasi di setiap waktu, di mana potensi kemenangan atau kekalahan bisa muncul. Lebih penting lagi adalah menjaga asa bahwa kemenangan hari ini bisa diikuti kekalahan esok hari, atau sebaliknya kekalahan hari ini adalah awal dari sebuah kebanggaan.

2 komentar

Saya tetep dukung Real Madrid, menang ataupun kalah. Meskipun berharapnya selalu menang sih :D

Boleh-boleh...asalkan kalo Madrid kalah jangan tawuran ya...hehehe


EmoticonEmoticon