Jan 21, 2010

Niccolỏ Machiavelli

Nama Machiavelli masih membuat bulu kuduk merinding. Lebih dari 470 tahun setelah kematiannya, nama ini hampir sinonim dengan kejahatan. Bahkan, dalam Bahasa Inggris terdapat istilah “Old Nick”, sebuah nama populer untuk setan; sebutan ini diambil langsung dari nama Niccolỏ Machiavelli. Serupa dengan itu, nama keluarganya digunakan di segenap Eropa sebagai ejekan untuk tindakan kejahatan.

Karya besar Machiavelli, sebuah pemikiran yang sebenarnya singkat, namun membuatnya akan selalu dikenang adalah The Prince. Buku ini berisikan nasehatnya kepada seorang pangeran tentang cara menjalankan negara. Machiavelli paham bahwa tujuan seorang pangeran adalah selalu mengekalkan kekuasaannya demi keuntungan diri yang setinggi-tingginya. Machiavelli menguraikan cara untuk melaksanakannya, dengan menggunakan banyak sekali contoh historis, dan sepenuhnya membuang jauh-jauh sentimentalitas.



Un-Golden Rule atau aturan bukan emas merupakan satu bukti “kesalehan” Machiavelli. Penggunaan istilah ini mengganti Golden Rule (aturan emas) menunjukkan bahwa paling tidak Machiavelli pernah membaca al-kitab, walaupun dia malah memberikan pendapat berlawanan.
Asal mula istilah Golden Rule (aturan emas) adalah dua pesan al-kitab dalam Matius 7:12 dan Lukas 6:31. Inti aturan emas ini adalah petuah: “perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan”. Misalnya, saat kita tahu bagaimana sakitnya dikhianati, maka hendaklah jangan mengkhianati orang lain. Saat kita tahu digosipkan itu sakit, maka jangan menyakiti orang dengan cara menggosipkan, demikian seterusnya. Adanya aturan ini membuat orang selalu memperkirakan mengenai perilakunya terhadap orang lain, dan mengukur perilakunya tersebut.

Machiavelli “memelesetkan” aturan emas itu menjadi aturan bukan emas (un-Golden Rule). Aturan bukan emas menurut Machiavelli adalah: “Perlakukan orang lain sebagaimana mereka hendak memperlakukanmu”. Sekali lagi, aturan ini dikaitkan Machiavelli dengan masalah politik. Apabila orang melakukan petuah dalam aturan emas, maka ketika dia dikhianati orang lain, dia tidak akan membalasnya. Dikhianati sakit, dan dalam aturan emas dipetuahkan agar orang tidak memperlakukan orang lain sebagaimana kita tidak ingin diperlakukan. Sehingga, orang yang menaati aturan emas tdak akan balas mengkhianati.

Menurut Machiavelli, politik tidak pernah mengenal belas kasihan. Bahkan, kalau perlu sebelum orang menusuk kita, kita yang menusuknya, maka amanlah posisi kita. Inilah yang dinamakan un-Golden Rule oleh Machiavelli.

Secara etis, tentu saja hal ini sangat tidak layak dilakukan. Kecuali apabila menyangkut perbuatan baik. Misalnya: “sebelum orang lain mentraktir saya, lebih baik saya mentraktir dia duluan”. Namun, Machiavelli cenderung memilih pilihan perbuatan tidak baik, dengan tujuan mengekalkan kekuasaan. Machiavelli memberikan pertanyaan terhadap diri sendiri terkait dengan pemimpin. Apakah pemimpin itu lebih bak dicintai atau ditakuti? Machiavelli menjawab, kalau bisa pemimpin itu dicintai sekaligus ditakuti. Seandainya itu tidak bisa terlaksana, pemimpin lebih baik ditakuti daripada dicintai. Dari sini jelaslah sudah standar etika aturan bukan emas tidak layak dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari, atau dalam kehidupan pekerjaan.

Namun perlu ditambahkan sebuah aturan lagi yang perlu diperdebatkan. Aturan berlian (Diamond Role), yang berisi petuah : “perlakukan orang lain sebagaimana mereka ingin diperlakukan”. Perdebatannya: pantaskah aturan ini disejajarkan dengan Golden Role dan un-Golden Role?

1 komentar

I go to see each day a few web pages and websites to
read articles or reviews, but this web site presents quality based
articles.

my site pizza games


EmoticonEmoticon